Sabtu, 28 Maret 2015

Amal Hangus Gara-Gara Status

-Alhamdulillah OTW Tabligh Akbar di Istiqlal
-Alhamdulillah akhirnya bisa bertemu Syaikh...
-Alhamdulillah, dah muroja'ah satu juz...
-Alhamdulillah solat duha ini sangat nikmat..
-Alhamdulillah meruqyah kesurupan masal di sekolah X sukses...
Pernahkah anda menulis status seperti itu

# Jangan terlalu vulgar mengekspos kegiatan pribadi di status, apalagi yg begitu sensitif :
"Sebentar lagi mau pergi kajian hadits"
"Hafalan hadits umdatul ahkam yang ke 120 kok lupa lagi ya"
"5 menit lagi mau berjama'ah isya' di masjid"
"Suara ane tadi pas jadi imam shalat kedengaran ga ya ama makmum akhwat di belakang."
"Sedang berada di kajian ustadz fulan...persis di depan beliau."
"Khutbah jum'at di Masjid Nabawi kali ini sangat menyentuh"
"Aduh, tadi pas di majlisnya syekh fulan gak sempat nyatat, padahal faidahnya banyak"
"Otw mekkah.... "
"Bismillah...Aku datang memenuhi panggilanmu ya Allah.. Moga selamat sampe Makkah"
"Ini dah masuk thawaf ke berapa ya...? Lupa ane."
"Lantai tiga masjidil haram sepi banget...sambil narsis di depan ka'bah"
"Lantai 20 menara zam zam. Masyaallah... Sungguh agung ciptaan-Mu ya Allah..."
"Lagi muraja'ah jangan diganggu"
"Botak lagi.. Botak lagi... Padahal umrohnya bru minggu kmaren... Alhamdullah.."
"Alhamdulillah kajian Sohih Bukhori dah nyampe hadits ke 5700-an"
"Ada yang mau bantuin ana muraja'ah gak..?
"Lagi nunggu adzan Maghrib. Madinah 27/10/2014"
"Alhamdulillah umrohnya lancar"

Harga diri tidak akan meningkat dengan laporan-laporan seperti itu kepada penduduk dunia maya. Berikan saja mereka faidah yang lebih bermanfaat.

Kelak, seperti disebutkan hadits, tiga jenis punggawa Islam akan diseret ke neraka :
1. Pahlawan ilmu
2. Pahlawan alqur'an dan
3. Pahlawan di medan perang.
Kenapa ?
Sebab...ketiganya larut dan menikmati RIYA', SUM'AH dan sejenisnya.
Bisa jadi...dengan status di atas, kitalah pahlawan tersebut yang kelak terseret dalam neraka yang kobaran apinya sungguh sangat dahsyat...
Na'udzu Billah Min dzalik

Mari lebih berhati-hati.... Jangan sampai amal hangus gara-gara status...

Status ini terutama ditujukkan untuk diri pribadi juga buat teman-teman yg suka update status "Alhamdulillah sudah bla..bla.." karna dikhawatirkan jadi fitnah.
Akan lebih baik jika dikemas dengan untaian kalimat yg mengandung ilmu dan faedah yang bermanfaat.

Sabtu, 14 Maret 2015

Menyikapi Hidup

assalamualaikum sahabat Dakwah Islam ;)

Bila ingin mendapat sesuatu bekerja keraslah. Jika ingin bahagia, berbagilah.

Barang siapa tidak menghargai nikmat, maka nikmat itu akan diambil dalam keadaan ia tidak mengetahuinya.

Tak ada kesulitan yang kekal, begitu juga dengan kebahagiaan. Berharaplah hanya kepada Allah SWT.

Usaha terus meski situasi semakin sulit. Selalu ada jalan bagi yg mau berjuang.

Orang sukses berfikir bagaimana cara memanfaatkan waktu dgn baik

Kemuliaan hidup akan lebih bermakna dengan kejujuran.

Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

Bahagia itu sederhana, dengan tersenyum dan bersyukur.

Hidup itu terlalu singkat untuk menunggu.

Wajarlah berbuat salah karena kita manusia,tapi itu bukan alasan untuk membenarkan kesalahan.

Silahkan di Share.. :)

Jumat, 06 Maret 2015

Jangan Menakuti Dan Jangan Takut

Belakangan beredar informasi yang "cukup" mencemaskan..

Kekacauan, perampokan, pembegalan, dan semisalnya..

Maka...

A. Jangan Menakuti.

Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda,

لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسلِمًا

"Tidak halal seorang muslim membuat takut muslim lain.." (HR. Abu Daud: 5004, Shahih Abu Daud: 4184 al-Albani)

Semoga informasi yang disampaikan, semangatnya adalah kewaspadaan..

Bukan (malah) menciutkan nyali kaum muslimin..

B. Jangan Takut.

Seorang sahabat menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya berucap,

"Wahai Rasulullah, bagaimana pandangan engkau apabila ada orang akan merampas hartaku..?"

Beliau menjawab,

فَلاَ تُعْطِهِ مَالَكَ

"Jangan engkau beri hartamu.."

Ia (sahabat) melanjutkan, "Apa pandangan engkau bila ia hendak memerangi (membunuh)ku?’

Beliau menjawab,
قَاتِلْهُ

"Engkau perangi (bunuh) dia.."

Kembali ia bertanya, "bagaimana apabila dia membunuhku..?"

Beliau menjawab,
فَأَنْتَ شَهِيدٌ

"Maka engkau syahid.."

"Apa pendapat engkau jika aku yang membunuhnya..?"

Beliau pun menjawab,

هُوَ فِي النَّارِ

"Dia di neraka.." (HR Muslim: 140, an-Nasa'i: 7/114)

Bukan karena pelit, namun ini terkait kehormatan..

Bila seluruh kaum muslimin bangkit, nyali penjahat akan ciut tak lagi terungkit..

C. Hidup Mulia Atau Mati Syahid.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قُتِلَ دُوْنَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ

"Barangsiapa terbunuh karena mempertahankan hartanya maka ia mati syahid..". (HR. al-Bukhari: 5/93, Muslim: 1/87)

Bukankah kematian itu tidak bisa diundur dan tidak pula dapat dimajukan...?

Lalu mengapa masih takut..?!

L.A.W.A.N