Minggu, 07 Juni 2015

Ringkasan Pembatal Puasa Kontemporer

Berikut ringkasan dari pembatal puasa di zaman modern, para ulama kontemporer telah membahasnya

A.Mengenai suntikan
Perlu diketahui suntikan ada tiga jenis:
1.Suntikan melalui kulit (Intra cutan) misalnya suntikan Insulin: TIDAK membatalkan puasa
2.Suntikan melalui otot (Intra muscular) misalnya suntik antihistamin dan beberapa jenis vaksinasi : TIDAK membatalkan puasa
3.Suntikan melalui pembuluh darah (intra vena) misalnya antinyeri, infus dan vitamin
Maka ini dirinci:
1.Suntikan bukan makanan misalnya antinyeri dan antihistamin: TIDAK membatalkan puasa
2.Suntikan yang mengandung makanan atau zat makanan misalnya suntikan glukosa atau infus : MEMBATALKAN puasa

B. Memberikan donor darah dan menerima transfusi darah

Memberikan donor darah: TIDAK membatalkan puasa
menerima transfusi darah:
MEMBATALKAN puasa (termasuk di dalamnya cuci darah dengan menerima darah dari orang lain)

C. Mengenai Bau Mulut orang puasa

Sebagian orang salah paham, yang benar bahwa bau mulut orang puasa berasal dari uap perut yang naik ke atas, bukan dari bau mulut. Ini sudah dibuktikan dengan ilmu kedokteran dan penjelasan ulama. Sehingga disarankan tetap bersiwak atau membersihkan gigi/mulut ketika berpuasa.

D.Merokok bisa MEMBATALKAN puasa

E.Inhaler dan nebulizer TIDAK membatalkan puasa

F.Celak, Lipstik (pelembab bibir) dan make-up TIDAK membatalkan puasa

G.Pembatal puasa terkait dengan hidung
Tetes hidung TIDAK membatalkan puasa
Semprot hidung TIDAK membatalkan puasa

H. Pembatal puasa terkait dengan Mata
Tetes mata TIDAK membatalkan puasa
I.Pembatal puasa terkait dengan Telinga
Tetes telinga TIDAK membatalkan puasa
Bilas Telinga (misalnya membersihkan kotoran/serumen) TIDAK membatalkan puasa

J.Memakai obat kumur TIDAK membatalkan puasa asalkan dijaga agar tidak tertelan

K.Menelan sisa makanan dengan tidak sengaja TIDAK membatalkan puasa

L.Boleh berobat ke dokter gigi, suntikan, obat dan darah atau yang tidak sengaja tertelan TIDAK membatalkan puasa

M.Sakit kemudian meninggal di Bulan Ramadhan, maka statusnya puasanya:
-Hutang puasa Ramadhan secara umum tidak diqadha, tetapi bayar fidyah. Karena pendapat terkuat qadha puasa hanya untuk puasa nadzar.
– Jika sakit dan meninggal di tengah bulan Ramadhan, tidak ada hutang puasa dan tidak ada fidyah
– Jika sakit di bulan Ramadhan tidak sempat meng- qadha (tidak sengaja melambatkan), yaitu sempat sembuh sebentar ketika Ramadhan selesai , atau sempat meng-qadha tetapi baru sebagian. Maka sisanya tidak teranggap hutang puasa dan tidak ada fidyah
– Jika sakit di bulan Ramadhan kemudian sempat sembuh dan sengaja melambatkan qadha. Keluarganya/walinya membayarkan fidyah

N.Pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium TIDAK membatalkan puasa

O.Persediaan darah di PMI menipis ketika bulan Ramadhan
Memberikan donor darah tidaklah membatalkan puasa. Untuk menangani masalah ini perlu kerjasama antara pemerintah, tokoh agama dan tenaga kesehatan. Perlu ada sosialisasi dari pemerintah dibantu dengan tokoh agama dan eksekusi yang baik dari tenaga kesehatan ketika bertugas. Semoga permasalahan terbatasnya stok darah selama bulan Ramadhan tidak terjadi lagi. Sehingga membuat tenang para petugas medis dan bisa memberikan bantuan medis secepatnya kepada pasien.

P.Cara puasa orang terkena penyakit epilepsi
Jika sedang kambuh, puasanya bisa dibatalkan. Jika sadar dan tidak kambuh meng-qadha puasa Ramadhannya. Jika tidak mampu karena seringnya kambuh, bisa membayar fidyah saja.

Q.Vaksinasi di bulan Ramadhan
Suntikan vaksinasi TIDAK membatalkan puasa. Vaksinasi hukumnya mubah dan secara kedokteran bermanfaat

R. Pembatal puasa terkait dengan anestesi (pembiusan)
1. Anestesi melalui hidung dengan menghirup gas anestesi TIDAK membatalkan puasa
2. Anestesi kering (akupuntur Cina) dengan menggunakan jarum kering
TIDAK membatalkan puasa.
3. Anestesi melalui suntikan. Sudah dibahas di pembahasan suntikan

Mengenai hilangnya kesadaran selama anestesi:
1.tidak sadar sehari penuh (selama waktu diwajibkan puasa), puasanya
TIDAK sah
1.tidak sadar hanya beberapa saat (tidak penuh selama waktu diwajibkan puasa), puasanya SAH

S.Pemeriksaan Intravagina dan obat Intravagina TIDAK membatalkan puasa dan tidakperlu mandi wajib (mandi junub)

ringakasan dari buku “Fikh Kesehatan Kontemporer Puasa Ramadhan” terbitan Kesehatan Muslim

✏ dr. Raehanul Bahraen
🌐www.muslimafiyah.com

Rabu, 03 Juni 2015

MUNGKIN KITA SENDIRILAH YANG MENJUAL ISLAM


SEORANG imam masjid di London biasa naik bus untuk bepergian. Kadang-kadang ia membayar ongkosnya langsung pada sopir bus (bukan kondektur).
Suatu kali ia membayar ongkos bus, lalu segera duduk setelah menerima kembalian dari sopir.
Setelah dia hitung, ternyata uang kembalian dari sopir ada kelebihan 20 sen. Ada niatan sang imam untuk mengembalikan sisa kembaliannya itu karena memang bukan haknya. Namun terlintas pula dalam benaknya untuk tidak mengembalikannya, toh hanya uang receh yang tak begitu bernilai.
Umumnya orang juga tak ambil pusing dalam hal begini. Lagi pula, berapa sen pula yang didapat sang sopir karena sisa pembayaran penumpang yang tidak dikembalikan oleh kebanyakan sopir karena hanya receh, artinya sopir tidak rugi kalau ia tidak mengembalikan receh 20 sen itu.
Bus berhenti di halte pemberhentian sang imam. Tiba-tiba sang imam berhenti sejenak sebelum keluar dari bus, sembari menyerahkan uang 20 sen kepada sopir dan berkata, “Ini uang Anda, kembalian Anda ada kelebihan 20 sen yang bukan hak saya.”
Sang sopir mengambilnya dengan tersenyum dan berkata, “Bukankah Anda imam baru di kota ini? Saya sudah lama berpikir untuk mendatangi Masjid Anda demi mengenal lebih jauh tentang Islam, maka sengaja saya menguji Anda dengan kelebihan uang kembalian tersebut. Saya ingin tahu sikap Anda.”
Saat sang imam turun dari bus, kedua lututnya terasa lemas dan hampir jatuh ke tanah, hingga ia berpegangan pada tiang yang dekat dengannya dan bersandar.
Pandangannya menatap ke langit dan berkata, “Ya Allah, hampir saja saya menjual Islam hanya dengan 20 sen saja.” (al-Brithani wa amaanatul Imam, Ahmad Khalid al-Utaiby).
Maka berdakwah tak hanya dengan dalil, tapi juga dengan akhlak, agar jangan sampai orang-orang menjauh dari Islam karena perilaku kita yang justru tak sejalan dengan apa yang Islam gariskan...

Selasa, 05 Mei 2015

Nama Adalah Doa

“Eh, Nyeet…apa kabar?”

“Bukan begitu, Ndut.”

“Lah, ngapain lu, Unta Arab?”

“Woi, Mbing, udah cukur jenggot belum?”

Nyeet, Ndut, Cungkring, Mbing..dan lainnya. Pernah dengar panggilan busuk seperti itu? Enak nggak sih dengarnya? Masa teman yang sosoknya sholeh manggilnya “Unta Arab”? Rasulullah SAW saja memanggil para sahabat dan para istrinya dengan panggilan yang baik dan nggak nyakitin. Dikatakan panggilan yang baik adalah panggilan yang disukai oleh objek dan tidak memperoloknya.

Dalam sebuah halaqoh, misalnya. Jika nama mutarabbi (binaan) bukan nama yang islami maka murabbi dianjurkan untuk memberikan nama hijrah berdasarkan kesepakatan dengan binaannya. Ada itu yang tadinya berpanggilan “Utomo” lalu diganti menjadi “Fadhol”. Kalaupun tak diganti tak apa, yang penting baik dan sekali lagi, tidak menyakiti.

Dalam pergaulan atau persahabatan nama panggilan juga patut diperhatikan. Misalnya, kalau kamu punya teman bernama Hamas Syahid, maunya dipanggil Hamas atau Syahid. Jangan mentang-mentang dia rambutnya kribo manggilnya “Kribo”. Atau kalau punya teman bernama Tausiyah Cinta, tanyakan apakah mau dipanggil Tausiyah atau dipanggil Cinta. Eh, itu nama orang kok kayak judul film yang akan tayang September nanti ya? Ah ngacau!

Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim. (QS 49 :11)

“Gue nggak maksud menghina kok! Lha wong ia juga mau dan senang!”

Ok, boleh-boleh saja jika kasusnya demikian. Lantas bagaimana perasaan orang tuanya (yang kasih nama) seandainya tahu anaknya dipanggil dengan gelar yang buruk? Bukannya itu juga nyakitin perasaan kerabatnya yang lain? Apalagi jika teman itu sudah punya anak atau istri? Duh, kasihan kuadrat lah.

Ketika Allah memerintahkan manusia untuk tak mendzalimi orang lain, apakah kamu akan menjawab “orang itu suka didzalimi kok”, begitu?

Ingatlah, nama adalah do’a. Memanggil dengan panggilan yang tidak busuk selain doa, juga membuat persahabatan kamu makin kokoh. Wallahua’lam.

Minggu, 05 April 2015

Aplikasi Islam untuk Android

Assalamu'alaikum wr wb

Kabar gembira untuk Umat Islam Indonesia, sudah hadir Aplikasi untuk Android "Berita Umat Islam"

Sebuah aplikasi yang dibuat atas keprihatinan di blokir nya beberapa situs Islam oleh Kominfo.

Berita Umat Islam merupakan aplikasi yang menghimpun informasi dari situs-situs Islam rujukan di Indonesia, pengguna dapat memilih sumber-sumber informasi dari situs rujukan sesuai dengan kebutuhan tanpa perlu menginstall aplikasi tambahan ataupun setting proxy.

Saat ini lebih dari 20 referensi situs islam yang bisa dipilih dan sumber website rujukan akan ditambah atau dikurangi sesuai dengan kondisi & kebutuhan, diantaranya :

1. Web resmi Kementerian Agama RI http://www.kemenag.go.id
2. Web resmi Majelis Ulama Indonesia http://mui.or.id
3. Web resmi Ormas Muhammadiyah http://www.muhammadiyah.or.id dan www.sangpencerah.com
4. Web resmi ormas Nahdlatul Ulama http://nu.or.id dan www.maarif-nu.or.id
5. https://www.islampos.com
6. http://republika.co.id
7. http://hidayatullah.com
8. http://dakwatuna.com
9. http://muslim.or.id
10. http://muslimina.blogspot.com
11. http://www.islamedia.co
12. http://almanhaj.or.id
13. http://www.voa-islam.com
14. http://www.salam-online.com
15. http://www.fimadani.com
16. http://www.kiblat.net
17. http://aqlislamiccenter.com
18. http://panjimas.com
19. http://muslimdaily.net
20. http://rumaysho.com
21. http://majelisrasulullah.org
22. http://bersamadakwah.net
23. http://beritaislam.net

Cara install , silahkan klik link berikut dan buka dengan google playstore :

Aplikasi Berita Islam

Silahkan dibagikan dengan sahabat dan saudara-saudara muslim lainnya, agar manfaat aplikasi ini bisa dirasakan oleh seluruh umat Islam

Sabtu, 04 April 2015

Rijalul Hadlarah

Bismillah..

Generasi Pembangun Peradaban (Rijalul Hadlarah) tidak lahir dan tumbuh secara kebetulan, akan tetapi merupakan rekayasa Ilahiyyah  dalam sunnah tadaawul (sunnatullah dalam mempergantikan generasi), ketika suatu generasi sudah tidak layak maka Allah akan menggantinya dengan generasi terbaru yang lebih baik,
: { إِلَّا تَنْفِرُوا يُعَذِّبكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِل قَوْمًا غَيْركُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا وَاَللَّه عَلَى كُلّ شَيْء قَدِير }
Jika kalian tidak pergi berjihad , maka Allah akan mengadzab kalian dengan adzab yang pedih dan Allah akan mengganti dengan suatu kaum (yg lebih baik) selain kalian, dan sedikit pun kalian tidak memadaratkanNya, dan Allah atas segala sesuatu maha berkuasa (At Taubah: 39)

Ketika menjelaskan beberapa sifat orang-orang yang beriman, Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan bahwa di antara sifat mereka adalah menjaga amanah dakwah yang dibebankan di atas pundak mereka.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

وَالَّذِينَ لأََمنتهِم وَعَهْدِهِم راَعُون

Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan janjinya. [Al Mukminun:8]
Selanjutnya Allah Subhanahu wa Ta'ala menjanjikan balasan bagi mereka seraya berfirman:

ءولئك هُمُ الوَارِثُون{10} الَّذِين يَرِثُونَ الفِرْدَوسَ هُم فِيهَا خَالِدُونَ

Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, yakni yang akan mewarisi jannah Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. [Al Mukminuun: 10-11]

Setidaknya ada beberapa ciri-ciri Rijalul hadlarah. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Sumber rezeki yg bersih
Rijalul hadlarah tidak lahir dari dan dalam kondisi yg ideal bagi mayoritas manusia, akan tetapi mereka lahir dari sumber rezeki yang bersih di tengah2 kondisi yang tidak ideal, dalam konteks peradaban islam kita bisa mendapati ribuan tokoh berprestasi yg sangat gemilang, dan ketika kita membaca biografi masa kecil mereka, kita akan dapati pula bahwa mereka dibesarkan dengan rezeki yg bersih.
karenanya Allah perintahkan agar memakan rezeki yang halal danthayyib, umum kepada seluruh manusia (albaqarah;68) sementara perintahnya untuk orang2 yg beriman tidak disertai dg perintah memakan yang halal, karena halal dan haram seharusnya sudah menjadi bagian dari keimanannya (albaqarah ;172
Orang barat mengatakan "you are what you eat", ungkapan ini menunjukan bahwa apa yg kita makan sangat besar pengaruhnya dengan kehidupan kita (pola pikir, prilaku, kehidupan sosial, dll). ini lah salah satunya yg dimaksud dengan sabda nabi saw.
كل لحم نبت من حرام فالنار أولى به
setiap daging yg tumbuh dari yg haram maka neraka lebih utama baginya

2. Ilmu
Ciri berikutnya bahwa Rijaalul hadlarah memiliki keunggulan dalam kecintaannya terhadap ilmu, kekuatan ilmu mereka melampaui kekuatan apa pun, sebut saja ahmad yasin yg lumpuh   tapi mampu membuat kecut nyali israel sebagai sebuah negara. karena keunggulan ilmu lah Allah angkat Nabi Adam as. sebagai khalifah  filardl (albaqarah 30-3), Thalut sebagai raja bagi Bani israail (albaqarah 247).
Dalam konteks peradaban Islam pengusaan Alquran merupakan ilmu yg paling pertama dan utama bagi Rijalul hadlarah, lihalah para Pemimpin Islam yang rata2 mereka hafal Alquran di usia dini

من لم يذق ذل التتعلم يذق ذل الحياة

Barang siapa yang tidak merasakan hinanya menuntut ilmu maka dia akan merasakan hinanya kehidupan.

3.Teguh pendirian dan Daya juang yg tinggi

Dunia adalah tempat di mana setiap manusia berjuang dan berkarya, dan setiap perjuangan mesti ada tantangan. setiap manusia diberikan potensi yang sama (fithrah, wijdan, aql, diin, hawaas).
Kita diberikan waktu yang sama (24 jam) tinggal bagaimana mengoptimalkan potensi dan peluang dalam menjawab tantangannya.

Rijaalul hadlarah akan menjadikan setiap kesulitan dalam perjuangan sebagai energi positive yg akan semakin meningkatkan daya juangnya dan tidak akan menjadikannya alasan untuk menyerah dan mengasihi diri sendiri. karena sesungguhnya antara tantangan dan peluang, kesulitan dan kemudahan berada di titik yang sama

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً

maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

Diriwayatkan bahwa Imam annawawi sejak kecil beliau selalu sakit2an sehingga suhu badannya selalu panas, sering beliau menggunakan pakaian basah hingga hingga kering di badan, suatu saat muridnya hendak mengobatinya, tapi jawaban imam nawawi sungguh mencengangkan "aku mensyukuri sakitku ini, justru sakitku inilah yg membuatku selalu terjaga dan akhirnya bisa belajar, kalau aku sembuh akan membuatku enak makan dan tidur sengga tidak dapat belajar".

Ilmu akan melahirkan keyakinan, keyakinan akan melahirkan keteguhan, sedangkan kebodoham akan melahirkan keraguan.

4. Siap Berkorban

Sesuatu yg berharga apabila didaptkan dengan cara yg mudah, akan menjadi murah.
Kesuksesan tidak ada yg didapatkan dengan percuma semua harus didapatkan dengan perjuangan dan kerja keras, dalam setiap perjuangan dibutuhkan pengorbanan, besarnya hasil yang diperoleh berbanding lurus dengan besarnya pengorbanan, bahkan bagi Rijaalul hadlarah yang ada difikirannya hanyalah pengorbanan, karena hasil merupakan sebuah keniscayaan dari sebuah kerja keras dan pengorbanan,

ٳن الله لا يضيع أجر المحسنين

Sesungguhnya Allah tidak akan mensia-siakan balasan orang yg berbuat ihsan (at taubah 120)

imam Hassan albanna mengatakan

وصاية المؤمن تضحية لا استفادة

Mandat seorang mukmin adalah pengorbanan bukan mengambil manfaat,

maka seorang masyayikh da'wah berdo'a.
اللهم استعملنى ولا تستبدلني

ya Allah pakailah saya dan jangan Engkau ganti aku (karena sudah tidak layak)

Wallahua'lam bishawaf
#SemogaBermanfaat

Sabtu, 28 Maret 2015

Amal Hangus Gara-Gara Status

-Alhamdulillah OTW Tabligh Akbar di Istiqlal
-Alhamdulillah akhirnya bisa bertemu Syaikh...
-Alhamdulillah, dah muroja'ah satu juz...
-Alhamdulillah solat duha ini sangat nikmat..
-Alhamdulillah meruqyah kesurupan masal di sekolah X sukses...
Pernahkah anda menulis status seperti itu

# Jangan terlalu vulgar mengekspos kegiatan pribadi di status, apalagi yg begitu sensitif :
"Sebentar lagi mau pergi kajian hadits"
"Hafalan hadits umdatul ahkam yang ke 120 kok lupa lagi ya"
"5 menit lagi mau berjama'ah isya' di masjid"
"Suara ane tadi pas jadi imam shalat kedengaran ga ya ama makmum akhwat di belakang."
"Sedang berada di kajian ustadz fulan...persis di depan beliau."
"Khutbah jum'at di Masjid Nabawi kali ini sangat menyentuh"
"Aduh, tadi pas di majlisnya syekh fulan gak sempat nyatat, padahal faidahnya banyak"
"Otw mekkah.... "
"Bismillah...Aku datang memenuhi panggilanmu ya Allah.. Moga selamat sampe Makkah"
"Ini dah masuk thawaf ke berapa ya...? Lupa ane."
"Lantai tiga masjidil haram sepi banget...sambil narsis di depan ka'bah"
"Lantai 20 menara zam zam. Masyaallah... Sungguh agung ciptaan-Mu ya Allah..."
"Lagi muraja'ah jangan diganggu"
"Botak lagi.. Botak lagi... Padahal umrohnya bru minggu kmaren... Alhamdullah.."
"Alhamdulillah kajian Sohih Bukhori dah nyampe hadits ke 5700-an"
"Ada yang mau bantuin ana muraja'ah gak..?
"Lagi nunggu adzan Maghrib. Madinah 27/10/2014"
"Alhamdulillah umrohnya lancar"

Harga diri tidak akan meningkat dengan laporan-laporan seperti itu kepada penduduk dunia maya. Berikan saja mereka faidah yang lebih bermanfaat.

Kelak, seperti disebutkan hadits, tiga jenis punggawa Islam akan diseret ke neraka :
1. Pahlawan ilmu
2. Pahlawan alqur'an dan
3. Pahlawan di medan perang.
Kenapa ?
Sebab...ketiganya larut dan menikmati RIYA', SUM'AH dan sejenisnya.
Bisa jadi...dengan status di atas, kitalah pahlawan tersebut yang kelak terseret dalam neraka yang kobaran apinya sungguh sangat dahsyat...
Na'udzu Billah Min dzalik

Mari lebih berhati-hati.... Jangan sampai amal hangus gara-gara status...

Status ini terutama ditujukkan untuk diri pribadi juga buat teman-teman yg suka update status "Alhamdulillah sudah bla..bla.." karna dikhawatirkan jadi fitnah.
Akan lebih baik jika dikemas dengan untaian kalimat yg mengandung ilmu dan faedah yang bermanfaat.

Sabtu, 14 Maret 2015

Menyikapi Hidup

assalamualaikum sahabat Dakwah Islam ;)

Bila ingin mendapat sesuatu bekerja keraslah. Jika ingin bahagia, berbagilah.

Barang siapa tidak menghargai nikmat, maka nikmat itu akan diambil dalam keadaan ia tidak mengetahuinya.

Tak ada kesulitan yang kekal, begitu juga dengan kebahagiaan. Berharaplah hanya kepada Allah SWT.

Usaha terus meski situasi semakin sulit. Selalu ada jalan bagi yg mau berjuang.

Orang sukses berfikir bagaimana cara memanfaatkan waktu dgn baik

Kemuliaan hidup akan lebih bermakna dengan kejujuran.

Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

Bahagia itu sederhana, dengan tersenyum dan bersyukur.

Hidup itu terlalu singkat untuk menunggu.

Wajarlah berbuat salah karena kita manusia,tapi itu bukan alasan untuk membenarkan kesalahan.

Silahkan di Share.. :)

Jumat, 06 Maret 2015

Jangan Menakuti Dan Jangan Takut

Belakangan beredar informasi yang "cukup" mencemaskan..

Kekacauan, perampokan, pembegalan, dan semisalnya..

Maka...

A. Jangan Menakuti.

Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda,

لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسلِمًا

"Tidak halal seorang muslim membuat takut muslim lain.." (HR. Abu Daud: 5004, Shahih Abu Daud: 4184 al-Albani)

Semoga informasi yang disampaikan, semangatnya adalah kewaspadaan..

Bukan (malah) menciutkan nyali kaum muslimin..

B. Jangan Takut.

Seorang sahabat menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya berucap,

"Wahai Rasulullah, bagaimana pandangan engkau apabila ada orang akan merampas hartaku..?"

Beliau menjawab,

فَلاَ تُعْطِهِ مَالَكَ

"Jangan engkau beri hartamu.."

Ia (sahabat) melanjutkan, "Apa pandangan engkau bila ia hendak memerangi (membunuh)ku?’

Beliau menjawab,
قَاتِلْهُ

"Engkau perangi (bunuh) dia.."

Kembali ia bertanya, "bagaimana apabila dia membunuhku..?"

Beliau menjawab,
فَأَنْتَ شَهِيدٌ

"Maka engkau syahid.."

"Apa pendapat engkau jika aku yang membunuhnya..?"

Beliau pun menjawab,

هُوَ فِي النَّارِ

"Dia di neraka.." (HR Muslim: 140, an-Nasa'i: 7/114)

Bukan karena pelit, namun ini terkait kehormatan..

Bila seluruh kaum muslimin bangkit, nyali penjahat akan ciut tak lagi terungkit..

C. Hidup Mulia Atau Mati Syahid.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قُتِلَ دُوْنَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ

"Barangsiapa terbunuh karena mempertahankan hartanya maka ia mati syahid..". (HR. al-Bukhari: 5/93, Muslim: 1/87)

Bukankah kematian itu tidak bisa diundur dan tidak pula dapat dimajukan...?

Lalu mengapa masih takut..?!

L.A.W.A.N

Kamis, 26 Februari 2015

Dakwah Dusta

Ada sebuah kisah cantik yang dikutip oleh Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan dalam Taujih Ruhiyah-nya. Kisah menarik ini, atau yang semakna dengannya juga termaktub dalam karya agung Ibnul Qayyim Al Jauziyah yang khusus membahas para pencinta dan pemendam rindu, Raudhatul Muhibbin.

Ini kisah tentang seorang gadis yang sebegitu cantiknya. Dialah sang bunga di sebuah kota yang harumnya semerbak hingga negeri-negeri tetangga. Tak banyak yang pernah melihat wajahnya, sedikit yang pernah mendengar suaranya, dan bisa dihitung jari orang yang pernah berurusan dengannya. Dia seorang pemilik kecantikan yang terjaga bagaikan bidadari di taman surga.

Sebagaimana wajarnya, sang gadis juga memendam cinta. Cinta itu tumbuh, anehnya, kepada seorang pemuda yang belum pernah dilihatnya, belum pernah dia dengar suaranya, dan belum tergambar wujudnya dalam benak. Hanya karena kabar. Hanya karena cerita yang beredar. Bahwa pemuda ini tampan bagai Nabi Yusuf zaman ini. Bahwa akhlaqnya suci. Bahwa ilmunya tinggi. Bahwa keshalihannya membuat iri. Bahwa ketaqwaannya telah berulangkali teruji. Namanya kerap muncul dalam pembicaraan dan doa para ibu yang merindukan menantu.

Gadis pujaan itu telah kasmaran sejak didengarnya sang bibi berkisah tentang pemuda idaman. Tetapi begitulah, cinta itu terpisah oleh jarak, terkekang oleh waktu, tersekat oleh rasa asing dan ragu. Hingga hari itu pun tiba. Sang pemuda berkunjung ke kota si gadis untuk sebuah urusan. Dan cinta sang gadis tak lagi bisa menunggu. Ia telah terbakar rindu pada sosok yang bayangannya mengisi ruang hati. Meski tak pasti adakah benar yang ia bayangkan tentang matanya, tentang alisnya, tentang lesung pipitnya, tentang ketegapannya, tentang semuanya. Meski tak pasti apakah cintanya bersambut sama.

Maka ditulisnyalah surat itu, memohon bertemu.

Dan ia mendapat jawaban. ”Ya”, katanya.

Akhirnya mereka bertemu di satu tempat yang disepakati. Berdua saja. Awal-awal tak ada kata. Tapi bayangan masing-masing telah merasuk jauh menembus mata, menghadirkan rasa tak karuan dalam dada. Dan sang gadis yang mendapati bahwa apa yang ia bayangkan tak seberapa dibanding aslinya; kesantunannya, kelembutan suaranya, kegagahan sikapnya. Ia berkeringat dingin. Tapi diberanikannya bicara, karena demikianlah kebiasaan yang ada pada keluarganya.

”Maha Suci Allah”, kata si gadis sambil sekilas kembali memandang, ”Yang telah menganugerahi engkau wajah yang begitu tampan.”

Sang pemuda tersenyum. Ia menundukkan wajahnya. ”Andai saja kau lihat aku”, katanya, ”Sesudah tiga hari dikuburkan. Ketika cacing berpesta membusukkannya. Ketika ulat-ulat bersarang di mata. Ketika hancur wajah menjadi busuk bernanah. Anugerah ini begitu sementara. Janganlah kau tertipu olehnya.”

”Betapa inginnya aku”, kata si gadis, ”Meletakkan jemariku dalam genggaman tanganmu.”

Sang pemuda berkeringat dingin mendengarnya. Ia menjawab sambil tetap menunduk memejamkan mata. ”Tak kurang inginnya aku berbuat lebih dari itu. Tetapi coba bayangkan, kulit kita adalah api neraka; yang satu bagi yang lainnya. Tak berhak saling disentuhkan. Karena di akhirat kelak hanya akan menjadi rasa sakit. dan penyesalan yang tak berkesudahan.”

Si gadis ikut tertunduk. ”Tapi tahukah engkau”, katanya melanjutkan, ”Telah lama aku dilanda rindu, takut, dan sedih. Telah lama aku merindukan saat aku bisa meletakkan kepalaku di dadamu yang berdegub. Agar berkurang beban-beban. Agar Allah menghapus kesempitan dan kesusahan.”

”Jangan lakukan itu kecuali dengan haknya”, kata si pemuda. ”Sungguh kawan-kawan akrab pada hari kiamat satu sama lain akan menjadi seteru. Kecuali mereka yang bertaqwa.”

Kita cukupkan sampai di sini sang kisah. Mari kita dengar komentar Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan tentangnya. ”Apa yang kita pelajari dari kisah ini?”, demikian beliau bertanya. ”Sebuah kisah yang indah. Sarat dengan ’ibrah dan pelajaran. Kita lihat bahwa sang pemuda demikian fasih membimbing si gadis untuk menghayati kesucian dan ketaqwaan kepada Allah.”

”Tapi”, kata beliau memberi catatan. ”Dalam kisah indah ini KITA TANPA SADAR MELUPAKAN satu hal. Bahwa sang pemuda dan gadis melakukan pelanggaran syari’at. Bahwa sang pemuda mencampuradukkan kebenaran dan kebathilan. Bahwa ia meniupkan nafas da’wah dalam atmosfer yang ternoda. Dan dampaknya bisa kita lihat dalam kisah; SANG GADIS SAMA SEKALI TAK MENGINDAHKAN DAKWAHNYA. Bahkan ia makin berani dalam kata-kata; mengajukan permintaan-permintaan yang makin meninggi tingkat bahayanya dalam pandangan syari’at Allah.

Ya. Dia sama sekali tak memperhatikan isi kalimat da’wah sang pemuda. Buktinya, kalimatnya makin berani dan menimbulkan syahwat dalam hati. MULA-MULA hanya mengagumi wajah. LALU membayangkan tangan bergandengan, jemarinya menyatu bertautan. KEMUDIAN membayangkan berbaring dalam pelukan. Subhanallah, BAGAIMANA JIKA PERCAKAPAN DITERUSKAN TANPA BATAS WAKTU?

"KESALAHAN ITU", kata Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan memungkasi, "TELAH TERJADI SEJAK AWAL". Apa itu? "MEREKA BERKHALWAT! Mereka tak mengindahkan peringatan syari’at dan pesan Sang Nabi tentang hal yang satu ini".

Ya. MEREKA BERKHALWAT! BERSEPI BERDUAAN. Ya. Sang pemuda memang sedang berda’wah. Tapi meminjam istilah salah seorang Akh yang paling saya cintai dalam ’surat cinta’-nya yang masih saya simpan hingga kini, ini adalah "DAKWAH DUSTA!" Dakwah dusta. Dakwah dusta. Di jalan cinta para pejuang, mari kita hati-hati terhadap jebakan syaithan. Karena yang tampak indah selalu harus diperiksa dengan ukuran kebenaran.

Penulis: Ust. Salim Akhukum Fillah
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Komentar Admin:
Berkhalwat dalam kondisi seperti di atas (ketemua berduaan) memang akan sulit kita jumpai di tengah-tengah para aktivis dakwah saat ini. Bukan karena mereka telah selamat dari fitnah, tapi karena syaitan telah membantu mereka membungkus khalwat tersebut dengan sesuatu yang dianggap biasa saja, yakni berkhalwat via smsan, telponan, chathingan, dan cara lain yang semacam. Disanalah tempat mereka saling bernasihat satu sama lain, namun diiringi dengan candaan-candaan yang membuat pipi memerah jambu, "senyum-senyum tak jelas" kata teman yang berada di sampingnya. Inilah modus baru yg sedang tren belakangan ini. Kita berharap semoga Allah senantiasa menjaga hati-hati kita dari perbuatan-perbuatan yang terlarang, yang justru dapat menjadi sebab dakwah ini tidak mendapat pertolongan dari Allah, tersebab para pengusungnya yang tidak memenuhi syarat sebagai orang-orang yang berhak mendapat pertolongan karena maksiat yang telah Berselimut dlm hati. Semoga Allah mengampuni saya dan kita semua dari perkara2 yg disadari maupun yg tdk disadari ats itu semua.

Na'uudzubillahi min dzaalik.

Rabu, 04 Februari 2015

Bagaimana Cara Jawab Salam Titipan

Misal suatu saat kita dapat salam dari seseorang :

"Mas dapat salam dari ustadz yang tadi khutbah"

Atau

"Teh dapat salam dari ustadzah teteh, katanya hafalan teteh makin bagus"

Biasanya kita jawab :
Iya, Waalaikumsalam (keselamatan senantiasa untuk kalian)

Kalau jawab 'waalaikumsalam'
maka kita hanya mendoakan orang yang menyampaikan

Karena kata 'kum' dalam ilmu nahwu adalah 'dhamir mukhatab' atau kata ganti orang yang ada di hadapan kita, sehingga orang yang menitip salam belum mendapatkan doa dari kita

Bagaimana sih cara jawabnya

Ternyata di zaman Rasul juga ada titip salam lho

“Sesungguhnya ayahku  mengucapkan  salam  kepadamu”. Maka  Nabi  SAW  menjawab, “ ‘Alaika  wa  ‘alaa  abiikas  salaam  (Semoga keselamatan atas kamu dan atas bapakmu)”. [HR, Abu Dawud juz 4, hal. 358, no. 5231] 

Berkata al-Allamah Ibnu Qoyyim rahimahullah, “Di antara petunjuk Nabi Shallallahu alaihi wa sallam adalah apabila seseorang menyampaikan salam kepadanya dari orang selainnya, Beliau menjawab salam orang yang menyampaikan salam tersebut dan orang yang menitipkannya”.

Nah jadi gimana cara jawabnya

Kalau dirinci cara menjawabnya tergantung yang menyampaikan dan yang menitip salam:

⭐ Kalau yang menyampaikan laki2 dan menitip salam juga laki2
Jawab kita :
'Alaika wa 'Alaihis salam =
Semoga keselamatan selalu untukmu(lk) dan untuknya(lk)

⭐Kalau yang menyampaikan laki2 dan yang menitip salam perempuan
Jawab kita :
'Alaika wa 'Alaihas salam =
Semoga keselamatan selalu untukmu(lk) dan untuknya(pr)

⭐Kalau yang menyampaikan perempuan dan yang menitip salam laki2
Jawab kita :
'Alaiki wa 'Alaihis salam
Semoga keselamatan untukmu (pr) dan atasnya(lk)

⭐ Kalau yang menyampaikan perempuan dan yang menitip salam perempuan
Jawab kita :
'Alaiki wa 'Alaihas salam
Semoga keselamatan untukmu (pr) dan atasnya (pr)

Rumus

Untuk mengingat2 , kita rinci ada 3 tahapan :

⭐Siapa yang menyampaikan

Kalau yang menyampaikan laki2 :
'Alaika  = Atasmu (laki2)

Kalau yang menyampaikan perempuan :
'Alaiki  = Atasmu (perempuan)

⭐ Digabung dengan siapa yang menitip salam

Kalau yang nitip salam laki2 :
'Alaihi = atasnya (laki2)

Kalau perempuan
'Alaiha = atasnya (perempuan)

Adapun kata sambungnya :  Wa (dan)

⭐Kemudian tambahkan di belakngnya lafal 'salam' yang artinya keselamatan

Contoh Penggunaan seperti di atas

Boleh ditambahkan 'wa rahmatullahi wa barakatuh' (kasih sayang Allah dan keberkahan) sebagaimana dicontohkan oleh Aisyah ra saat mendapat salam dari malaikat Jibril

Dari Aisyah radliyallahu anha, bahwasanya Rosulullah Shallalahu alaihi wa sallam bersabda kepadanya,

      يَا عَائِشَةُ هَذَا جَبْرِيْلُ يَقْرَأُ عَلَيْكِ السَّلَامَ فَقَالَتْ: وَ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ تَرَى مَا لَا أَرَى –تريد النَّبِيَّ صلى الله عليه و سلم

            “Wahai Aisyah, ini Jibril menyampaikan salam kepadamu”. Aisyah berkata, “Salam juga untuknya, rahmat dan berkah Allah semoga dilimpahkan kepadanya. Engkau dapat melihat perkara-perkara yang tidak dapat aku lihat –yang dimaksud adalah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam-“. [HR al-Bukhoriy: 3217, 3768, 6201, 6249 Muslim: 2447, Abu Dawud: 5232 dan at-Turmudziy: 2846]

Di dalam musnad al-Imam Ahmad terdapat tambahan , Aisyah radliyallahu anha berkata,

      فَقُلْتُ: وَ عَلَيْكَ وَ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ

‘Aku menjawab, “Salam pula untukmu (yaitu Rasululullah shallahu alaihi wa sallam) dan semoga salam, rahmat dan berkah Allah Azza wa Jalla dilimpahkan untuknya”. [HR Ahmad: VI/ 117].

Semoga bermanfaat

Selasa, 03 Februari 2015

Gangguan Jin Penghuni Kamar Mandi Dan WC


Banyak orang yang bercerita tentang gangguan jin di dalam kamar mandi dan WC,

Hal demikian pernah terjadi sekitar tahun 2002 di desa saya, saat itu saya masih duduk di bangku kelas 5 SD, dulu pernah ramai berita tentang orang yang meninggal setelah seminggu dia melihat penampakkan makhluk tinggi besar di kamar mandi, saking takutnya melihat sosok tinggi besar tersebut, ia menjadi seperti orang stress, mengurung diri, dan tidak mau makan, hingga akhirnya datanglah ajalnya di hari ke tujuh. (wallahu a'lam)

Ada pula orang yang tidurnya di bak mandi,
ada yang sangat takut jika masuk kamar mandi hingga ia membiarkan pintu kamar mandi terbuka lebar saat buang hajat, dan ada beberapa kasus lain yang mungkin tidak bisa diterima oleh akal sehat kita…

Sebagian dari mereka banyak yang bertanya, "Bagaimana bisa kita berdoa saat diganggu jin di kamar mandi ? Sedangkan berdoa di dalam kamar mandi kan dilarang !?"

Nah, dari sinilah saya ingin menuliskan bagaimana solusi pembentengan diri dan penyembuhannya sekaligus mengenalkan apa saja ciri-ciri orang yang sudah terkena gangguan jin jenis ini.

Insya Allah sahabat-sahabatku yang shaleh dan shalehah sudah tahu kan bahwasannya kamar mandi itu adalah tempat favorit bangsa jin kafir dan fasiq, mereka sangat hobi berada ditempat-tempat yang najis, bau, dan kotor.

Maka dari itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan setiap ummatnya untuk membaca do'a sebelum memasuki kamar mandi, doanya adalah ; "Allahumma inni a'udzu bika minal khubutsi wal khobaaits…"
"Aku berlindung kepada Allah dari gangguan jin laki-laki dan jin wanita yg jahat.."

Setelah membaca do'a perlindungan di atas, hendaknya kita menjaga adab-adab masuk kamar mandi.

Diantara adab-adab memasuki kamar mandi atau WC adalah :
1.Memasukinya dengan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan

2.Jangan masuk kamar mandi dengan keadaan gelap, kecuali memang sedang mati lampu

3.Jangan berbicara di kamar mandi (kecuali mendesak dan terpaksa)

4.Jangan menyanyi, jangan teriak-teriak di kamar mandi

5.Jangan menangis di kamar mandi (biasanya anak pondok yang gak betah nih, hehe)

6.Jangan melihat aurat berlebihan di cermin

7.Jangan telanjang saat sebelum masuk kamar mandi atau sesudah keluar, ini nasehat untuk ikhwan yang kebiasaan keluar masuk kamar mandi dengan membiarkan auratnya terbuka

8.Jangan membuang air panas di lubang-lubang kamar mandi ketika menjelang malam

9.Pujilah Allah setelah keluar dari kamar mandi, bacalah do'anya : "Ghufraanak"

TANDA-TANDA KORBAN :
1.Orang yang diganggu selalu ingin pergi ke kamar mandi banyak-banyak tanpa ada hajat

2.Keinginan untuk selalu berada di kamar mandi dengan waktu yang lama tanpa ada hajat

3.Sangat suka berada di kamar mandi dengan keadaan gelap gulita

4.Sangat suka berada di tempat yang kotor, bau, dan najis

5.Tampak bercak-bercak biru atau merah di badan korban tanpa ada sebab

6.Merasakan pegal dan sakit yang sangat di daerah tulang ekor

7.Meremehkan penampilan dan pakaiannya

8.Sangat benci dengan wewangian, maunya yang bau-bau seperti Patrick yang ada di Spongebob hehe…

PENGOBATAN :
Dudukkan korban di luar kamar mandi yang pintunya dibuka lebar.
Bacalah ayat kursi, al-humazah, al-zalzalah, al-ikhlas, al-falaq, dan annaas 3 kali atau lebih
Lalu isyaratkan jari menuju kamar mandi dengan membacakan surat al-Buruj dan al-Qalam sebanyaknya dan semampunya.

Apabila gangguannya selalu ditampakkan jin di kamar mandi, sarankan untuk membaca ayat kursi, al-ikhlas, al-falaq, dan annaas masing-masing 3 kali di luar kamar mandi, berdoalah di dalam hati agar Allah melindungi dirimu dan agar jin fasiq tersebut ditundukkan oleh Allah Ta'ala, masuk dengan kaki kiri dan jagalah adab-adab yang sudah dituliskan di atas, insya Allah akan kembali normal lagi dengan izin Allah 'Azza wa Jalla, apabila masih diganggu, siramkan air yang sudah diruqyah ke tempat yang biasanya dia menampakkan diri, dan bisa jadi itu timbul karena sihir ilusi yang di

Minggu, 01 Februari 2015

Kita Orang Baik atau Allah Tutupi Aib Kita?


Ustadz Salim A Fillah dalam sebuah acara di masjid Sunda Kelapa pernah bercerita tentang orang-orang yang berjuang move on dari berbagai ujian yang datang kepada mereka. Beliau bercerita tentang Nabi Yusuf a.s.

Di tengah-tengah cerita, beliau bertanya kepada jama'ah, "Siapa nama perempuan yang menggoda Nabi Yusuf?"

"Zulaikha," jawab jama'ah kompak.

"Dari mana tahunya bahwa nama perempuan itu Zulaikha? Allah tidak menyebutnya dalam Qur'an."

Reflek jama'ah menjawab, "Dari hadits."

Hadits mendukung kisah yang ada dalam Qur'an dengan lebih detil.

"Mengapa Allah tidak menyebut nama Zulaikha dalam Qur'an?"

Semua jama'ah diam. Ustadz Salim melanjutkan penjelasannya.

"Karena perempuan ini MASIH MEMILIKI RASA MALU. Apa buktinya bahwa ia masih memiliki rasa malu? Ia menutup tirai sebelum menggoda Yusuf. Ia malu dan tidak ingin ada orang lain yang tahu tentang perbuatannya. Dan Allah menutupi aib orang-orang yang masih memiliki rasa malu di hatinya, dengan tidak menyebut namanya dalam Qur'an."

Betapa Allah Maha Baik. Tak hanya sekali, namun berulang kali Allah menutup dosa-dosa kita. Hanya karena masih memiliki rasa malu, Allah tidak membuka identitas kita.

Pernahkah ada seseorang yang nampak baik di hadapan orang lain?

Apakah semua karena begitu banyaknya kebaikan yang dilakukan orang itu?

Atau karena Allah telah menutupi aib orang itu?

Mungkin ada yang mengganggap saya, kamu, kita adalah orang yang baik.

Jika saja mau jujur, sungguh... itu bukan karena kebaikan kita. Itu semata karena Allah masih menutupi segala aib kita. Jika tidak, maka habislah kita. Terpuruk, seterpuruk-terpuruknya. Malu, semalu-malunya. Hina, sehina-hinanya. Seperti tak ada lagi tempat tersedia untuk menerima kita.

Kita harus berusaha menutupi aib orang lain sebagaimana Allah yang Maha Baik telah menutupi aib kita selama ini.

Mari berdoa seperti yang dicontohkan sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq r.a,

"Ya Allah, jadikan diriku lebih baik dari sangkaan mereka. Janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah aku lantaran ketidaktahuan mereka.

Siapakah Orang Yang CERDAS?

Orang yg cerdas adlh org yg MAU BELAJAR
Dia pandai melihat KEBAIKAN2 org lain disela2 KEBURUKANNYA
Dia tahu dgn belajar dari kebaikan2 org tsb, maka hal itu MANFAAT
Jika dia asyik melihat keburukan2 org tsb maka hal itu akan menjadi RACUN bagi dirinya.

Orang yg menggunakan KACAMATA HITAM maka apapun yg dilihatnya akan “terlihat gelap”
Jadi utk mengukur hati ini… jika kita melihat sgala sesuatu “jelek melulu” maka jangan2 diri kitalah “biangnya jelek”
Shg org yg cerdas akan sibuk INTROSPEKSI DIRI, sibuk BERTOBAT dgn sungguh2
Sibuk belajar KEBAIKAN2 dari siapapun, kapanpun & dimanapun juga
Karena Allah Ta’ala… Maha Kuasa utk sampaikan kebaikan2 lewat siapa saja, kapan saja dan dimana saja

Org yg cerdas melupakan 2 hal dan mengingat 2 hal:
Dia lupa kebaikan dirinya kpd org lain & dia lupa keburukan org lain pd dirinya
Dia ingat keburukan dirinya pd org lain & dia ingat kebaikan org lain pd dirinya

Org cerdas paham pentingnya agama dan paham hidup bukan hanya di dunia ini saja… ada kehidupan abadi kelak
Shg dia memandang kehidupan dunia ini sbg INVESTASI utk kehidupan akhirat yg abadi
Menjadikannya dirinya BERMANFAAT bagi dirinya dan sebanyak2nya orang lain
Menjaga silaturrahim (relationship) dengan menjaga KESATUAN HATI & PIKIR
Dia mudah utk meminta maaf dan juga mudah utk MEMAAFKAN kesalahan orang lainlain

Orang cerdas akan menjaga suasana dirinya, lingkungannya dan pergaulannya

Ibarat KUMBANG… sekalipun berada dalam lautan sampah… dia tetap mencari & hinggap di bunga-bunga…
Tdk seperti LALAT… sekalipun berada dalam lautan bunga… dia tetap mencari & hinggap di tempat2 yg kotor…

Org cerdas akan menjaga lisannya, pandangannya, pikirnya, hatinya, dirinya agar slalu dlm kebaikan
krn dirinya paham, jika dirinya buruk bukan hanya dirinya saja yg beroleh akibat tp juga org disekitarnya & byk org lain

Org cerdas tahu akan kelemahannya dan terus memperbaikinya, dia tdk mau SOMBONG dgn kelebihannya krn hal itu akan buat dia CELAKA
Orang buta celaka bukan krn TDK MELIHAT tapi krn TDK MAU MENDENGAR
Seringkali orang celaka bukan krn KELEMAHAN yg disadarinya… namun oleh KELEBIHAN yg di-SOMBONG-kannya.

Org cerdas sibuk BERSYUKUR bukannya sibuk MENGELUH…dia sibuk berTOBAT bukannya sibuk MAKSIAT
Dia tdk mau jadi orang yg hanya pandai meng-KRITIK...
Tapi dia berusaha utk jadi orang yg pandai MEMPERBAIKI...
memperbaiki diri, keluarga, lingkungan, dan sebanyak2nya org lain… menyebarkan kasih sayang krn Allah & RasulNya… menjadi “Khoirun nas ‘anfa uhum lin nas” menjadi org yg BERMANFAAT bagi sebanyak2nya org lain…

Mulailah dari diri sendiri, sekarang dan mulailah dari yg mudah/kita anggap sepele…krn sesungguhnya tdk ada amalan manusia yg kecil, amalan manusia dnilai besar bahkan oleh Allah Ta’ala yg Maha Besar shg tak ada satupun amalannya yg tdk tercatat oleh Malaikat dan takkan ada satupun ucapan + perbuatannya yg tdk diketahuiNya…

Smoga tulisan ini menjadi asbab Hidayah bagi kita smua…krn Allah Maha Kuasa utk sampaikan kebenaranNya bisa lewat siapa saja..kapan saja…dan dimana saja…
Dan jika ada yg salah…maka maafkanlah krn diri ini gudangnya khilaf & dosa…

Amal Gacoan

Masih ingat kisah seorang sahabat yang dikabarkan Rasulullah masuk surga karena setiap malam sebelum tidur dia selalu memaafkan kesalahan orang-orang yang berbuat salah kepadanya?

Masih ingat kisahnya Bilal bin Rabbah , dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari, “Rasulullah berkata kepada Bilal, “Ceritakanlah kepadaku amal apa yang amat engkau harapkan dalam Islam, sebab aku mendengar suara kedua sandalmu di surga?” Bilal menjawab; “Tidak ada amal ibadah yang paling kuharapkan selain setiap aku berwudhu baik siang atau malam aku selalu shalat setelahnya sebanyak yang aku suka”

Masih ingat kisah seorang Wanita yang sudah bertahun-tahun dikubur namun jasad dan wajahnya tampak seperti baru dikuburkan. Bahkan dengan senyuman yang sangat berseri di wajahnya. Ketika ditanyakan kepada ibunya, apa yang telah dilakukannya selama hidup di dunia, sehingga mendapatkan kemulian tersebut. Amal istimewa yang selalu dilakukan selama hidupnya adalah tilawah Qur’an setiap habis sholat meskipun hanya sebentar.

Ada juga cerita seorang akhwat, yang terkena bencana Tsunami di Aceh saat sedang mengisi dauroh di sebuah kampus ternama di Aceh. Jasadnya tidak rusak, bahkan pakaiannya masih utuh tanpa ada yang robek. Padahal kebanyakan orang yang meninggal di lokasi yang sama dengannya mengalami luka-luka yang mengerikan. Ibu ini adalah seseorang yang senantiasa menjaga auratnya semenjak berusia baligh sampai dia meninggal dunia.

Masih dari Aceh,saat proses pencarian korban tsunami. Relawan- relawan yang setiap hari tugasnya berhadapan dengan mayat-mayat yang setengah membusuk, hancur dan bau dikarenakan lama terendam di air dan tertimpa reruntuhan bangunan, suatu hari mencium bau yang sangat wangi. Mereka penasaran darimana sumber bau wangi itu diantara bau busuk dari mayat-mayat yang lain. Bau wangi ini terasa sangat istimewa, seakan-akan jadi penghibur bagi mereka yang bertemankan dengan bau-bau yang menusuk hidung. Setelah lama berusaha mencarinya,mereka akhirnya menemukan sumber bau yang istimewa itu, ternyata dari salah seorang korban tsunami.

Tapi mayat ini amat istimewa, selain mengeluarkan bau yang wangi, jasadnya tidak rusak sedikitpun. Bahkan wajahnya dihiasi dengan senyuman kebahagiaan. Karena istimewanya mayat ini, para relawan memutuskan untuk tidak menguburkan jenazahnya di kuburan massal seperti mayat-mayat yang lain. Mereka berusaha mencari identitas korban dengan mengumumkan penemuan jenazah tersebut kepada masyarakat. Ternyata ada anggota keluarga yang mengenali jenazah tersebut dan membawa pulang jenazahnya untuk dikuburkan secara layak. Namun, sebelum anggota keluarga membawa pulang jenazah tersebut, relawan-relawan yang penasaran bertanya, apa yang telah dilakukan oleh jenazah tersebut selama hidup didunia”?. Anggota keluarganya menjelaskan, bahwa jenazah tersebut adalah seorang hafidzah yang istiqomah menjaga hafalannya. Memuraja’ah hafalannya setiap hari.

Belajar dari beberapa cerita diatas,hendaknya kita juga memiliki amalan istimewa yang konsisten kita lakukan setiap harinya. Kemuliaan mereka terlihat dari konsistennya mereka menjaga amalnya. Meskipun terkesan sederhana, tapi tidak banyak orang yang konsisten dan mampu melaksanakannya.

Merekalah orang-orang pilihan yang memiliki keunikan dan keunggulan dibandingkan yang lain.

Sesungguhnya surga itu memiliki banyak pintu, dan setiap orang akan memasuki pintu-pintu tersebut sesuai amal terbaiknya atau amal unggulannya selama hidup. Meskipun kita juga memiliki kesempatan memasuki surga melalui semua pintu seperti Abu Bakar As Shiddiq, tapi yang paling penting adalah kita harus mempersiapkan amal terbaik kita dihadapan Allah SWT, untuk selanjutnya kita serahkan kepada Allah untuk menilainya sembari kita memohon kepada Allah agar memasukkan kita kebarisan orang-orang yang mendapatkan kemuliaan JannahNya.

Dalam 24 jam waktu kita, begitu banyak ibadah yang bisa menjadi amalan unggulan kita.
Misalnya :
1. Sholat berjamaah tepat pada waktunya,
2. Bersedekah setiap harinya,
3. Berwudhu sebelum tidur/ selalu menjaga wudhu dalam keadaan dan kondisi bagaimanapun ,
4. Puasa senin-kamis,
5. Selalu mengucapkan salam saat bertemu dengan saudara seiman, selalu tersenyum dan berwajah ceria saat bertemu orang lain,
6. Tilawah Qur’an setiap habis sholat, menghafal Qur’an walau cuman seayat habis sholat
7. Memakai pakaian terbaik saat sholat,
8. Selalu mengucapkan hamdallah ketika mendapatkan nikmat Allah SWT dan sebagainya.

Allah mencintai amal yang kita lakukan secara konsisten (terus menerus) meskipun sedikit. Maka milikilah amalan istimewa yang hanya dirimu dan Allah saja mengetahuinya. Kerjakanlah secara konsisten walaupun amalan tersebut sederhana.

Senin, 26 Januari 2015

Diskusi

Pertama-tama kali yang harus diperhatikan ketika kita ingin berdiskusi atau berdebat adalah siapa partner debat atau diskusi kita,

karena partner debat/diskusi seharusnya seseorang yang memang menginginkan dan mencari kebenaran, bukan hanya menyenangi debat atau menjadikan debat untuk memperolok-olok agama Islam

“Tidak ada satu kaum yang tersesat setelah mendapat petunjuk, melainkan karena mereka suka berdebat” Kemudian Rasulullah saw membaca ayat: “Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. [QS Az-Zukhruf [43]: 58]” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

Selain itu, tidak semua manusia yang diseru dengan ayat-ayat al-Qur’an akan bertambah keimanannya, Allah memperingatkan bahwa ada juga yang justru bertambah kekafirannya ketika dibacakan ayat-ayat Allah. Maka ayat Allah tidak layak dibacakan untuk orang setipe ini.

Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir
(QS at-Taubah [9]: 125)

Dan bila sudah kita pastikan bahwa partner diskusi kita adalah termasuk orang munafik ataupun kafir yang memang bukan mencari kebenaran dalam debat dan diskusi, maka segeralah meninggalkan orang yang semacam ini lalu beristighfar pada Allah karena kita telah melakukan hal yang tidak bermanfaat.

Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika setan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang lalim itu sesudah teringat (akan larangan itu)
(QS al-An’am [6]: 68)

Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan, maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam
(TQS an-Nisaa [4]: 140)

Maksud “duduk bersama/beserta” adalah berada dalam suatu forum, sehingga seolah-olah dengan adanya kita disitu menjadi legitimasi dalam proses memperolok ayat-ayat Allah.

Imam asy-Syafi’i sendiri berkata perihal berdebat dengan orang semacam ini:

“Aku tidak mendebat ahli kalam kecuali sekali. Dan setelah itupun aku beristighfar kepada Allah dari hal itu”.

Sedangkan Imam Malik berkata:

“Termasuk merendahkan dan meremehkan ilmu jika seseorang membicarakan ilmu di hadapan orang yang tidak mentaati ilmu itu”.

Dan al-Auza’i juga menyampaikan:

“Jika Allah menginginkan kejelekan pada satu kaum, maka Allah akan membuka atas mereka jidal, dan menghalangi mereka dari beramal.”

Daripada melayani orang semacam ini lebih baik kita beramal shalih. Ingat, meghabiskan waktu 30 menit untuk mendebat orang semacam ini berarti kita membuang kesempatan untuk berdakwah selama 30 menit kepada orang yang mau mendengarkan. Lebih baik beramal daripada mendebat orang yang tidak ingin mencari kebenaran.

(Felix)

Jumat, 23 Januari 2015

Beriman dan Berilmu

Dan diantara cara yang paling baik untuk mengisi waktu dan mengangkat derajat seseorang adalah dengan menghafal Al-Qur'an, mengulanginya, serta mentadabburinya, karena ia adalah perbendaharaan yang mahal dan perniagaan yang menguntungkan, Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda : .
أفلا يغدو أحدكم إلى المسجد فيعلم، أو يقرأ آيتين من كتاب الله عز وجل، خير له من ناقتين، وثلاث خير له من ثلاث، وأربع خير له من أربع، ومن أعدادهن من الإبل
.
Artinya : tidakkah pergi seseorang diantara kalian ke mesjid sehingga ia mempelajari, atau membaca dua ayat dari kitabullah azza wa jalla, lebih baik baginya dari dua ekor unta betina, dan tiga ayat lebih baik baginya dari tiga ekor unta, dan empat ayat lebih baik baginya dari empat ekor unta, dan lebih dari empat ayat lebih baik dari jumlahnya dari unta. (HR.Muslim).
.
Maka barang siapa yang dapat menghafal Al-Qur'an maka ia akan mulia, siapa yang membacanya akan terangkat, siapa yang dekat dengannya akan agung kedudukannya , dan kedudukan seorang hamba di surga adalah pada ayat terakhir yang ia baca, dan di zaman fitnah dan terbukanya pintu syubhat dan syahwat maka berpegang teguh dengan kitabullah menjadi lebih harus dan mendekat dengannya semakin wajib.
.
Juga membekali diri dengan ilmu syar'i dengan cara menghadiri majlis-majlis dzikir dan hafalan hadit-hadits Nabi serta matan-matan ilmu syariah merupakan ketinggian derajat bagi seorang muslim Allah ta'ala berfirman :
.
(يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ)
.
Artinya : Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara Kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (QS.Al-Mujadilah : 11). .
Berkata Imam Malik -semoga Allah merahmatinya- : "sebaik-baik amalan sunnah adalah : menuntut ilmu dan mengajarkannya", dan dengan ilmu akan bersinar martabat seseorang sekalipun ia telah meninggal.

Kamis, 22 Januari 2015

Karena dakwah kita berharga

Salam takzim tuk semua kader yang dengan kesadaran penuh dan iman yang dalam telah berkontribusi pada dakwah ini. Atmosfer kebaikan ini semoga terus berlanjut. Menjadi tradisi yang abadi.

Kesadaran akan berkontribusi dalam jamaah tuk dakwah adalah sebuah bukti kerja iman di hati kita. Tanpa harus berdebat panjang. Tanpa harus saling membebankan. Tanpa harus berobsesi pada sebuah kemuliaan di mata manusia.

Semua kontribusi itu dibingkai dalam sebuah perencanaan matang agenda besar jamaah. Dalam sebuah sistem atau manhaj yang telah ditetapkan. Semua bagian dari sistem. Tidak boleh seorangpun merasa lebih besar dari sebuah sistem.

Karena saat seorang kader merasa lebih besar dari sebuah sistem, maka yang terjadi adalah sebuah bencana dakwah. Penyakit dakwah berupa "cinta pd eksistensi diri" akan merusak tatanan yang sudah digariskan.

Saat kita semua mau dengan rendah hati bekerja dalam sebuah sistem maka yakinlah narasi narasi besar tentang Islam yang kita usung akan menjadi kasat mata. Narasi-narasi itu akan membentuk cerita keajaiban dalam dunia nyata.

Maka jika hari ini kita masih enggan berkontribusi dengan alasan apapun, maka selayaknya kita malu pada kisah semangat bocah kecil yang ingin ikut berjihad tidak diizinkan Rasul SAW karena tubuh kecilnya dan ia pun harus berpura pura tinggi agar diizinkan ikut berjihad.

Maka jika hari ini kita masih enggan berjamaah dengan alasan apapun, maka selayaknya merenung dengan kisah Abuzar Al-Ghiffary yang dengan segala kelemahannya, tetap menyusul dan membersamai pasukan perang yang dipimpin Rasul SAW saat dia tertinggal jauh karena keledainya begitu lemah tuk dipacu.

Maka jika hari ini kita masih asyik dengan urusan dunia kita dan melalaikan kewajiban dakwah dan berjamaah, cukuplah kematian yang menjadi nasehatnya.

Allahu `alam

sumber: dakwatuna.com

Engkau Sahabat Sejatiku

Imam Syafi'i berkata:

"Jika engkau punya teman  yang selalu membantumu dlm rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karena mencari teman -baik- itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali"
Sahabat fillah luangkanlah waktu sejenak untuk membaca hadits yg mulia berikut ini....!!!

Diriwayatkan bahwa :
Apabila penghuni Syurga telah masuk ke dalam Syurga, lalu mereka tidak menemukan Sahabat2 mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia.

Mereka bertanya tentang Sahabat mereka kepada اللّهُ سبحانه و تعالى ..

"Yaa Rabb...
Kami tidak melihat Sahabat2 kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami...??

"Maka اللّهُ سبحانه و تعالى berfirman:
"Pergilah ke neraka, lalu keluarkan Sahabat2mu yg di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar zarrah."
(HR. Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd").

Al-Hasan Al-Bashri berkata:
"Perbanyaklah Sahabat2 mu'minmu, karena mereka memiliki Syafa'at pada hari kiamat".

Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada Sahabat2nya sambil menangis:

"Jika kalian tidak menemukan aku nanti di Syurga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada اللّهُ تعالى  tentang aku:

"Wahai Rabb Kami...
Hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU..
Maka masukkanlah dia bersama kami di Syurga-Mu"

Sahabat fillah
Mudah-mudahan dengan ini, aku telah  Mengingatkanmu tentang اللّهُ تعالى ..
Agar aku dapat besertamu kelak di Syurga & Ridho-Nya..

Yaa Rabb...
ْAku Memohon kepada-Mu.. Karuniakanlah kepadaku
Sahabat2 yang selalu mengajakku untuk Tunduk Patuh & Taat Kepada Syariat-Mu..

Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di Akhirat dengan-Mu

Rabu, 21 Januari 2015

Sosmed untuk dakwah

Buat teteh-teteh dan aa’-aa’, yuk ah sudahi aktivitas merugikan di mana saja, khususnya di jejaring sosial. Sudahi komunikasi-komunikasi yang menimbulkan perasaan berbunga-bunga antar lawan jenis. Meski awal-awalnya hanya sekadar saling sapa, dengan niatan iseng. Bisa jadi, aktivitas tersebut malah menyeret teteh dan aa’ menuju jurang maksiat. Naudzubillahiminzalik.

Nggak ada salahnya, kita memliki banyak sosmed. Apalagi kalau kita bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam hal kebaikan, dan menyeru pada jalan yang benar. Meski masih muda, nggak ada salahnya kan kita bercuap-cuap tentang pemahaman Islam? Ingat, sampaikanlah meski
hanya satu ayat.

Tapi, peringatan besar untuk kita semua. Ilmu
yang kita sebarkan di sosial media, jangan sampai diniatkan untuk eksistensi diri, atau yang lebih parahnya, mau pamer bahwa sekarang kita udah berubah jadi alim. Harus kita luruskan kembali niat kita, bahwa pos-pos kita yang berbau dakwah,
semata-mata untuk tabungan di akhirat, dan murni keikhlasan karena ingin meraih ridho Allah Ta’ala.

Tidak perlu takut cibiran-cibiran teman-teman kita yang negatif. Misalnya; “Ah, Lo kalo udah busuk, busuk aja sih…”, “Sok alim, Lo!”, dan lain sejenisnya. Apalagi, takut kalau followers menurun. Bro en Sis, untuk melakukan sebuah perubahan yang menyeru kepada kebaikan itu, akan banyak sekali rintangannya. Nah, yang mesti kita lakukan, cukup bersabar dan menyerahkan segalanya kepada Allah. Lebih baik lagi, kalau kita bisa memberikan pemahaman kepada mereka secara ma’ruf, bahwa kita memang sudah berubah menjadi lebih baik. In sya Allah, lama-lama mereka akan terbiasa dengan timeline-nya yang disesaki dengan postingan kita tentang kebenaran.

Untuk Mama dan Papa, yang dulunya hobi banget galau tentang rumah tangganya. Jangan lagi-lagi deh! Bagi orang tua yang melek komunikasi seperti ini, sip banget kalau kemampuannya ini dijadikan sebagai media dakwah. Banyak lho, ustadz wa ustadzah yang cuap-cuap tentang keislamannya di sosmed, meski mereka sudah berumur. Jangan mau kalah sama yang lebih muda, dalam urusan menyebarkan kebaikan di mana saja Mama dan Papa berada. Yuk, yang punya ortu super update, tapi masih hobi pos-pos yang kurang bermutu, kasih tahu deh supaya sosmednya bisa menjadi salah satu media, untuk mengisi tabungan di akhirat. Jangan sampai deh, kita menjadi salah seorang yang menyebarkan keburukan dan menjadikan orang lain terinspirasi dengan keburukan yang kita bagikan. Statusmu, Harimaumu. Roar!

Bro en Sis rahimakumullah, pembaca setia gaulislam. Tentu saja kita sangat mengapresiasi saudara-saudari kita yang tengah turut andil dalam penggunaan sosial media, dengan baik dan benar. Apalagi, buat kakak-kakak yang menjadikan followers-nya sebagai ladang dakwah. Tepuk tangan! Prok prok prok prok prok…

Banyak kok, yang awalnya ia adalah remaja yang biasa-biasa saja, namun karena getol menyebarkan kebaikan di sosial media, akhirnya menjadi remaja yang luar biasa. Misalnya, yang tadi niatnya cuma sekadar bikin note di Facebook, dengan isi tulisan karya sendiri yang memberikan manfaat luar biasa di dalamnya, akhirnya dilirik penerbit untuk mengumpulkan tulisan-tulisannya, dan menjadikannya sebagai buku best sellers yang berisi kalimat-kalimat motivasi, kumpulan cerita pendek, kumpulan puisi, dan semacamnya.

Bisa juga nih, buat kamu-kamu yang hobinya nge-desain, oke banget kalau karya-karya desain kamu berisikan gambar atau tulisan yang menyeru kepada kebaikan. Tentu saja, harus sesuai dengan standar bagaimana desain islami yang diperbolehkan dalam Islam. Jangan sampai, karena banyaknya viewers , atau permintaan konsumen, malah menjadikan kamu mendesain makhluk hidup yang sangat mirip dengan aslinya. Meski pesan-pesan di dalamnya mengusung pada kebaikan, bisa jadi, karya kamu yang satu ini malah menghasilkan dosa. Kan bisa gawat.

Nah, buat Bro en Sis yang udah sukses di dunia dengan penghasilan yang dihasilkan dari karyanya sendiri, jangan sampai lupa juga dengan kehidupan akhiratnya ya. Jangan mentang-mentang berasumsi bahwa karyanya berbau
dakwah, jadi lupa bahwa ada kewajiban lain di luar dunia maya. Membantu orang tua, misalnya. Jangan sampai, karena keasyikan di depan gadget, jadi lupa dengan kewajibannya sebagai anak yang sholih wa sholihah. Lebih gawat lagi kalo sampai lupa bahwa punya kewajiban mendirikan sholat, menggali ilmu Islam lebih dalam, mengaji al-Quran, dan sebagai pelajar kita juga wajib belajar.

Yuk ah, kita tengok lagi jejaring sosial kita, sudahkah digunakan untuk menyebarkan kebaikan? Sudahkah memberi ‘nikmat’ atau justru malah menjadi ‘kiamat’ bagi diri kita sendiri dan orang lain? Jawabannya ada pada sikap kamu
setelah membaca tulisan ini.

Artikel : http://www.gaulislam.com/sosmed-nikmat-atau-kiamat

Senin, 19 Januari 2015

Berjanji untuk Saling Menunggu, Bolehkah?


"Sy suka pd seorg akhwat & sdh pernah menyatakan perasaan sy.
Ternyata ia pun memendam rasa yg sm. Sy ingin menikahinya tp nanti saat sy sdh lulus & sdh punya pekerjaan. Ia pun sm ingin menikah setelah lulus kuliah sekitar 2,5 tahun lg."

Sahabatku, sadarlah banyak diantara kita yg tak sabar atau bahkan takut jika org yg kita cintai nanti menikah dgn yang lain.

Atau ada jg yg ingin memiliki namun belum siap menikahi. Ujungnya adl memberi harapan yg belum pasti, memberi janji yg malah membebani.

Pertanyaannya,
"Mampukah selama penantian itu kau bisa menjaga hati, pandangan & perasaanmu agar tak terjerumus pd zina hati, pikiran dan perasaan?"

Satu lg,
"Bisakah kau & dia menjaga kesetiaan pada-Nya, padahal dlm rentang waktu itu bisa jadi ada lelaki yg lebih soleh dan mapan darimu yg siap melamarnya, atau sebaliknya bisakah kau tetap setia menunggunya dgn keterbatasan komunikasi dan tempat, sedangkan di hadapanmu ada wanita yg lebih solehah dan menarik hati?"

Kawan, seringkali karena 'keterbatasan pikiran', kita mengganggap ialah yg terbaik dan mesti menjadi jodoh. Padahal bisa jadi ada jodoh yg lebih baik yg telah DIA siapkan utkmu.

Bukankah Jodoh, mati dan rezeky di tangan Allah..?
Lantas hal apa yg membuatmu ragu? :)

Maka, tugas kita jika belum siap menikah adalah menjadi sebaik-baik pribadi yg disukai-Nya. Hingga ia pantaskan kita utk mendapatkan jodoh terbaik menurut-Nya.

Krn bisa jadi kita menyukai sesuatu, padahal itu belum tentu yang terbaik. Sebaliknya, bisa jadi kita tak menyukai sesuatu padahal itu yg terbaik bagi kita.

Seperti yg di gambarkan-Nya pd QS Al-Baqarah ayat 216

Sumber : @DakwahHijab

______________________

Jgn lupa tuk bantu sebarkan yaa,
Moga Allah balas dgn pahala yg berlimpah,aamiin :)

Minggu, 18 Januari 2015

7 keajaiban dunia

Selamat siang, mari baca sejenak tulisan berikut
7 KEAJAIBAN DUNIA
Seorang guru memberikan tugas kepada siswa-siswanya untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia. Sebelum kelas usai, siang itu semua siswa diminta untuk mengumpulkan tugas mereka masing-masing. Seorang gadis kecil yang paling pendiam di kelas itu, mengumpulkan tugasnya paling akhir dengan ragu-ragu. Tak ada seorang pun yg memperhatikan hal itu.
Malamnya sang guru memeriksa tugas siswa-siswanya itu. Sebagian besar siswa menulis demikian:
Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Piramida
2. Taj Mahal
3. Tembok Besar Cina
4. Ka'bah
5. Kuil Angkor Wat
6. Menara Eiffel
7. Kuil Parthenon
Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama. Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut, guru itu terus memeriksa sampai lembar yang
paling akhir. Tetapi saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, sang guru terdiam. Lembar terakhir itu milik si gadis kecil pendiam.
Isinya seperti ini:
Tujuh Keajaiban Dunia adalah:
1. Bisa melihat
2. Bisa mendengar
3. Bisa menyentuh
4. Bisa disayangi
5. Bisa merasakan
6. Bisa tertawa, dan
7. Bisa mencintai
Setelah itu sang guru duduk diam beberapa saat, sang guru menutup lembaran tugas siswa2nya.
Kemudian menundukkan kepalanya dan berdoa. Mengucap syukur untuk gadis kecil pendiam di kelasnya, yang telah mengajarkannya sebuah pelajaran hebat. "Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban". Keajaiban itu ada di sekeliling kita untuk kita miliki dan ada di dalam diri Kita! Bersyukurlah atas semua yang kita sudah miliki hari ini, kita semua adalah keajaiban alam, bukankah kita adalah satu2nya (or the only One) sel sperma yang menyisihkan jutaan sel sperma yang lain dalam kandungan ibu kita?
Kita semua adalah pilihan dari yang terbaik di antara terbaik sejak dari dalam kandungan ibu kita, Subhanallah